Welcome to my blog
go to my homepage
Go to homepage
RSS

Check these out!

Tampilkan postingan dengan label Tata Graha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tata Graha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2009

TATA GRAHA

nii materi Tata Graha yang disampaikan oleh dosen Agus Riyanto

Prosedur Pembersihan

 Area umum (Public Area)
Pada dasarnya terdiri dari area umum yang terdapat di dalam gedung dan area umum yang berada di luar gedung
 contoh area umum yang di dalam gedung adalah lobby area, elevator, restaurant, koridor, selasar, mezzanine, office, toilete, employee area, fitness centre, dan garden
 contoh area umum yang berada di luar gedung adalah area parkir, taman, kolam renang, lapangan tenis, toilet umum.

Lobby (lobbies and foyers)
Idealnya area ini dibersihkan pada tengah malam hingga jam 07.00 pagi atau saat sepi (saat pengunjung sepi). Kaca di area umum (pintu kaca, dinding kaca, atau cermin) perlu mendapat perhatian setiap hari karena kaca sangat sensitive dengan debu. Tangga dan pintu harus bersih, bila bagian ini kotor maka kesan kotor akan terbawa masuk ke dalam gedung.

Restaurant
Pada hotel areanya meliputi antara lain : cafetaria, coffe shop, main dinning room, super club, bar, employee dinning room. Bagian-bagian yang harus dibersihkan pada dasarnya meliputi : langit-langit, dinding beserta hiasannya, lampu-lampu dengan kapnya, AC grill, cashier counter, waiter/waiterss counter, keranjang sampah dan asbak, pot dan tanaman, serta lantai.

Pembersihan yang dilakukan setiap hari (daily cleaning)
(meja, kursi, trolley, jendela, dinding, pintu, harus dibersihkan setiap hari)
• lap setiap kotoran atau lemak yang menempel dengan kain yang dilengkapi cairan pembersih. Pembersihan dan pengelapan perlu diperhatikan pada meja dan kursi
• bagian pelayanan harus dibersihkan secara sanitasi
• cuci dan bersihkan taplak meja
• bersihkan setiap hiasan ruangan
• lantai harus disapu dan dipel dan bila menggunakan karpet harus divaccum
• cuci dan bersihkan asbak meja
• laporkan setiap adanya angguan serangga atau binatang lainnya
• periksa kembali apakah meja dan lantai telah bersih (bebas dai kotoran)

Pembersihan Mingguan (weekly cleaning)
• bersihkan cermin dan kaca serta cuci semua vas
• bersihkan lukisan dan bingkainya
• cuci dan bersihkan asbak meja
• bersihkan lemari-lemari yang tinggi, rel lukisan dan bohlam lampu
• bersihkan dan hilangkan noda pada teko the dan kopi
• ganti bohlam yang rusak

Pembersihan Periodik (periodic cleaning)
• bersihkan jendela, lukisan cat dan dinding
• vaccum sofa dan gordyn
• cuci dan bersihkan bayangan kotoran-kotoran di dinding
• bersihkan karpet dan gordyn
• bersihkan grill dan extractor pada AC atau kipas angin

Rabu, 27 Mei 2009

proses kebersihan

Proses pembersihan

Pada waktu proses pembersihan, larutan pembersih harus dengan kondisi siap digunakan. Untuk mempersiapkan larutan yang efektif maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
a) Temperatur pelarut
Pelarut yang panas (air panas) akan meningkatkan daya larut partikel pembersih dan jumlah bahan pembersih yang larut akan lebih banyak
b) Ukuran partikel
Partikel yang halus dengan pelarut yang terbaik akan lebih baik kontaknya dengan permukaan yang dibersihkan
c) Pengadukan (agitation)
Pengadukan yang baik akan mempercepat proses pembersihan karena larutan yang digunakan tercampur dengan rata. Pengadukan yang sempurna tidak dilakukan searah agar pencampuran menjadi sempurna karena kontak partikel pelarut dan bahan pembersih lebih sering terjadi.


Dalam proses pembersihan juga memilki tiga tahapan yaitu :

1) Mengurangi tegangan permukaan
Biasanya terjadi pada kaca/cermin yang sering terpapar oleh panas (sinar matahari) karena dapat membuat kaca mudah pecah. Untuk menanggulanginya cermin/kaca harus dibersihkan atau dilap.
2) Menghilangkan kotoran pada permukaan
Dilakukan dengan cara menyapu atau menyikat (bila permukaan keras)
3) Penyebaran/pemerataan molekul bahan pembersih



Bahan pembersih tidak apt diaplikasikan pada semua jenis bahan permukaan, oleh karena itu bahan pembersih memiliki jenis-jenis bahan pembersih :

Soap :
Sabun terbuat dari senyawa garam sodium/asam lemak rantai panjang.

Reaksi kimia : fat + sodiumhyroxide soap + glycerol
Proses pembuatan ini dikenal dengan istilah saponification.
Manfaat dari penggunaan sabun adalah
• Membersihkan dan mengurangi tegangan permukaan
• Sesuasi dengan tipe permukaan
• Dapat melarutkan kotoran minyak dan debu tanah
• Mengurangi jumlah bakteri dan jamur
• Dalam proses pelarutan menghasilkan senyawa anion aktif
Sabun tidak akan berpisah pada tingkat kesadahan yang tinggi (hard water), oleh karena itu jangan menggunakan sabun dengan air sadah karena reaksinya akan menghasilkan ion calcium dan magnesium yang tidak larut.

Soapless surfactans :
Dikenal sebagai sabun sintetik karena diproduksi dari senyawa organic synthesis menggunakan material dari industri petrokimia. Soapless terbagi atas 4 grup yaitu :
1) Anionic : unsur utama Na+
2) Cations : unsur utama Cl- atau Br-
3) Non ionic : kelompok bahan pembersih dengan molekul-molekul yang tidak menghasilkan ion.
4) Amphoteric : jenis sabun ini biasa digunakan untuk menurunkan keasaman larutan.molekulnya berpusat pada anion dan kation

Jumat, 22 Mei 2009

Aktor & perannya dalam kebersihan

Aktor dan perannya dalam pengelolaan resiko

No Aktor Peran
1 Pemerintah a) Memberdayakan peraturan dan perundangan
b) Merumuskan parameter lingkungan dan melakukan atau mengatur pemantauan dan penerapan hukum dan peraturan
c) Pengelolaan SDA
d) Perencanaan regional dan nasional
e) Penyediaan prasarana
2 Universitas a) Melaksanakan ... mengenai metodologi analisis resiko dalam memberikan sumbangan disiplin dan proses pengelolaan
b) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan
c) Memberikan saran dan pelayanan
3 Profesi ahli teknik a) Desain
b) Standard dan prosedur
c) Program pemeliharaan
d) Prosedur operasi
4 Ahli Kesehatan a) Program pencegahan
b) Pengembangan dan kinerja tindakan medis dan pengobatan
5 Pelayanan Masyarakat a) Perlindungan polusi selama kejadian dan ...
b) Pemadam kebakaran
c) Pelayanan ambulans
6 Sektor swasta a) Standar dan prosedur untuk desain pemelihraan dan operasi
b) Pengolahan limbah
c) Program K3
7 Organisasi non Pemerintah a) Informasi tentang kondisi lokal
b) Meberikan saran-saran
c) Menyatakan nilai-nilai sosial
8 Media massa a) Komunikasi
b) Meningkatkan kesadaran
9 Individu a) Tindakan yang bertanggung jawab

Kamis, 07 Mei 2009

Cleaning method

Manual cleaning method
1. Sweeping
2. Scrubbing
3. Polishing
4. Dry mopping
5. Wet mopping
6. Dusting
7. Damp dusting

Cleaning equipment
1. Vaccum cleaners
2. Carpet sweepers
3. Dry mops
4. Wet mops
5. Wet mop buckets
6. Squeegee mops
7. Brushes and brooms
8. Rubber gloves
9. Cleaning trolley
10. Safety steps

heavy duty cleaning equipment
1. Heavy duty vacuum cleaners
2. Wet vacuums
3. Scrubbing machines
4. Wet floor signs
5. Back pack vacuums
6. The colour code system

The cleaner's cupboard
1. Pemisahan bahan pembersih yang disimpan dalam ruangan penyimpanan harus dalam pengawasan langsung housekeeper.
2. Untuk efisiensi, lemari penyimpanan bahan pembersih sebaiknya hanya berisi dalam jumlah yang secukupnya.
3. Lemari penyimpanan sebaiknya selalu terkunci.

Standard dan Pengawasan :
1. Inspeksi kamar (quality control di rumah sakit)
2. Memahami pekerjaan (staf, bahan-bahan pembersih, fungsi-fungsi khusus)
3. Status kamar
4. Sistem pelaporan
5. Pengembalian kamar ke resepsionis

Housekeeper

House keeping
pengertiannya adalah ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan, perawatan, pelaksanaan kebersihan rumah tangga.

Sanitasi : upaya pengendalian faktor fisik yang dapat memberikan pengaruh berbahaya terhadap perkembangan jasmani, kesehatan dan kelangsungan hidup manusia.

STTU adalah ilmu yang mempelajari tentang upaya pengendalian terhadap faktor-faktor lingkungan tempat-tempat umum yang dapat membahayakan fisik, kesehatan dan kelangsungan hidup manusia yang ditimbulkan oleh tempat-tempat yang digunakan untuk kegiatan umum

Peranan sanitasi TTU
1. Menjamin keadaan lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan antara lain penyediaan air bersih.
2. Memberikan jaminan psikologis pada masyarakat pengunjung maupun masyarakat sekitarnya berupa rasa aman, terlindung, dan comfort.
3. Mempromosikan TTU tersebut secara tidak langsung.

Tugas housekeeper
1. Mengerti fungsi perusahaan
2. Mengetahui tentang kondisi bangunan dan memeliharanya.
3. Mampu menyeleksi, mengendalikan dan melatih staf untuk bekerja sama.
4. Mampu memberi saran bila diperlukan
5. Mampu mengendalikan Sumber Daya yang ada
6. Mengorganisir kegiatan kebersihan secara harian, mingguan, dan periodik
7. Peduli terhadap posisi dan statusnya dalam organisasi dan mampu menunjukan kontribusinya
8. Menyeleksi dan mengendalikan sarana dan prasarana kebersihan

Pest daLam Tata graha

Pest ada 6 jenis :
1. Pest penyebab kerusakan fisik : ulat kayu, kumbang karpet dan tikus
2. Pest yang mengkontaminasi makanan dan lingkungan : kecoa, lalat, tawon dan tikus
3. Pest yang tidak mengganggu tapi menimbulkan rasa ngeri pada manusia : laba-laba
4. Pest yang menyerang simpanan makanan : kumbang tepung, kumbang daging.
5. Parasit yang menyerang langsung manusia : kepinding, kutu kepala, pinjal
6. Pest musiman atau masuk kerumah karena sebab tertentu : semut

Dasar pemikiran pest dalam tata graha
1. Dasar hukum :
peraturan perundang-undangan menyatakan perlunya perlindungan terhadap masyarakat, karena hama dapat merusak bangunan, mengganggu lingkungan dan aktivitas masyarakat
2. Kontaminasi
pengendalian hama yang baik akan mencegah resiko terjadinya kontaminasi yang berarti juga mencegah terjadinya penyakit
3. Reputasi industri jasa penginapan
4. Depresiasi (penurunan harga)

Prinsip pengendalian hama yang baik
1. Mengenali hama di lingkungan rmh tanGgA&mMbukTikn kbrdan hama
2.ExcLusioN:mNcgah msuknya hama(pest prooFing)
3.RestrictioN:membtasi berkembAng biaknya hma,mMbtasi tmpt brSmbunyi,membtasi sumbr mkanan hama
4.Treatment:pngendaLian hma dgn pestisida, conthnya :
a. Serangga terbang : diazinon, pyrethrin
b. Tidak terbang (semut) : arprocarb, bendiocarb
c. Kayu : permethrin, lindane
d. Tekstik : permethrin, lindane
fumigasi aluminium phosphide
e. Tikus : warfarin

Rabu, 06 Mei 2009

prosedur pembersihan

Prosedur pembersihan

A. Pemeliharaan lantai
Untk pemeliharaan lantai, perlu disesuaikan dengan jenis lantai atau bahannya.
Beberapa jenis lantai :
1) Lantai lunak : lantainya terbuat dari vinyl, linoleum dan lain-lain.
2) Lantai keras : lantai tegel, teraso, lantai semen.
3) Lantai kayu : lantai yang dibuat dari kayu, misalnya parquet,dll.
4) Lantai yang dilapisi karpet

Lantai memerlukan pemeliharaan khusus (dipel, divacuum, diwax) untuk menjaga penampilan yang bersih, mengkilap, dan menarik.

Agar mengkilap perlu diwax.
Caranya :
1) Sebelum diwax lantai harus dalam keadaan bersih dan kering.
2) Bila sebelumnya lantai sudah diwax dan telah menumpuk berupa lapisan, maka perlu dihilangkan dulu dengan wax-strip, lantai dicuci sampai bersih dan dipel.
3) Lapiskan wax dengan kain pel yang telah dibasahi dan dicelupkan dalam cairan wax ke atas lantai dengan cara pelapisan yang tipis tetapi merata. Biarkan wax sampai betul-betul kering, baru kemudian di-buff atau di-polish dengan mesin polisher sampai mengkilap.
4) Untuk cara memelihara selanjutnya, menggunakan pel kering yang sudah dilapisi dengan Cong-R-Dust. Untuk lantai kayu menggunakan MAA atau Traffic Cote.

Lantai yang dilapisi karpet, pemeliharaan secara harian menggunakan vacuum cleaner atau carpet sweeper. Bila sudah kotor, perlu di-shampoo dengan obat shampoo karpet, dapat menggunakan mesin polisher yang diberi tangki tempat shampoo karpet yang sudah dicampur air atau menggunakan extract khusus untuk menyampoo karpet.
Tahapan menyampoo karpet :
1) Singkirkan semua furniture
2) Vacuum karpet secara menyeluruh
3) Hilangkan noda pada karpet dengan spolter
4) Campyr shampoo dengan perbandingan 1:8-12 bagian air.
5) Masukan shampoo karpet ke dalam tangki mesin shampoo karpet
6) Jalankan mesin sesuai aturan pakainya
7) Biarkan lantai yang berkarpet kering, bila perlu di vacuum lagi
8) Kembalikan furniture ke tempat semula
B. Pemeliharaan furniture
Untuk pemeliharaan furniture biar tetap bersih dan mengkilap, maka permukaan furniture yang diplitur dilap dengan kain lap yang lembut dan bersih. Kain lap diberi obat berupa Pledge atau Shine Up atau Wood Polish. Usahakan barang-barang yang diplitur jangan sampai terkena air, thiner, spirtus, dll.
C. Pemeliharaan langit-langit (ceiling)
Cara membersihkannya menggunakan sapu yang bertangkai panjang atau disedot dengan vacuum cleaner. Langit-langit yang terlalu kotor dapat dicuci dengan sponge
D. Pemeliharaan tangga (Stair case)
Stair case perlu dipelihara, disamping disapu dan divacuum juga dijaga jangan sampai licin (menjaga keamanan). Lantai tangga yang bahannya dari vinyl perlu di-polisher agar tetap mengkilap.
E. Pemeliharaan koridor
Yang perlu perhatian khusus adalah lantainya karena merupakan jalan utama dari suatu floor, dan sering terdapat peralatan makan/minum dari Room Service, juga kotoran dari roda kereta Room Boy, Bel Boy, dll. Lantai koridor yang dilapisi karpet perlu divacuum pagi, siang, dan sore.
F. Pemeliharaan kaca
Setiap hari kca perlu dibersihkan secara rutin, dilap dengan kain lap yang betul-betul bersih dan lembut. Sebaiknya untuk membersih kaca dipergunakan 2 macam lap. Untuk obat pembarsih dapat menggunakan glass cleaner atau bolt (pembersih serba guna), disemprotkan ke kaca dengan alat khusus (scrapper) yang terbuat dari karet bertangkai.
Bila terdapat bekas cat yang melekat dapat dihilangkan denan thiner kemudian lap dengan lap yang bersih. Kaca yang terdapat noda bekas sidik jari atau lapisan berkabut karena kain yang digunakan kurang bersih.

Link Kesehatan Lingkungan